Story Travelling

Berkunjung ke Perpustakaan Nasional Yuk

Kalian pasti tahu buku adalah jendela dunia, di perpustakaan kita dapat menemukan berbagai buku dari mulai sejarah, financial, hukum, Informasi teknologi dan lain sebagainya. Pada review saya kali ini saya ingin mengulas Perpustakaan Nasional yang terletak di pusat kota ini termasuk yang sering dikunjungi masyarakat dari usia dini sampai yang lanjut usia. Karena pepatah mengatakan tuntutlah ilmu dari mulai buaian sampai ke liang lahat, nah jangan sampai malas untuk selalu menimba ilmu ya karena perkembangan kini membawa kita untuk selalu up date mengenai ilmu. Jangan sampai kamu dibilang kudet ya (kurang update) hahaha malu dooong.

Saya berterima kasih sekali berkat pak Jokowi akhirnya perpustakaan nasional ini rampung dan diresmikan pula oleh beliau, gedung ini memiliki 27 lantai yang merupakan gedung perpustakaan terbesar di dunia setelah perpustakaan di Jepang 8 lantai dan perpustakaan nasional di Tiongkok 12 lantai.

Kabarnya Perpustakaan Nasional Indonesia memiliki 2,6 juta koleksi buku. Waow makin rajin nih ke Perpustakaan, kalau dulu kita ngebayangin perpustakaan itu tempat yang jenuh dan membosankan. Tidak dengan Perpustakaan Nasional ini suasananya hidup dan nyaman, makanya saya betah berlama-lama disini.

Sebelum masuk ke lobby Perpusnas yang megah kita akan melewati gedung dimana tiap ruangannya ada sejarah tentang peristiwa membaca, dan di gedung ini juga kerap mengadakan acara pertunjukkan untuk anak-anak seperti dongeng, mewarnai, pantomin dan masih banyak lagi.

Untuk yang baru pertama kali ke sini bisa membuat kartu anggota dengan mengisi data diri yang terletak di lt 2, usahakan datang pagi ya supaya antrinya tidak panjang. Setelah mengisi data diri akan dapat no antrian, ketika no antrian dipanggil kamu harus ke loket untuk foto dan kartu anggota langsung dicetak. Pelayanan perpusnas sangat memudahkan kita kok, setelah kartu sudah dicetak kita bisa mempergunakan untuk segala pelayanan perpus seperti menggunakan komputer dan akses internet di lantai 19.

Berikut daftar lantai perpusnas :

Lantai 1 : Lobby Utama

Lantai 2 : Ruang Layanan keanggotaan perpustakaan dan ruang teater

Lantai 3 : Zona promosi budaya baca

Lantai 4 : Ruang pameran koleksi perpustakaan

Lantai 5 : Ruang pustakawan

Lantai 6 : Data center

Lantai 7 : Layanan anak, lansia dan disabilitas

Lantai 8 : Layanan audiovisual

Lantai 9 : Layanan naskah nusantara

Lantai 10 : Layanan deposit

Lantai 11 : Monograf tertutup

Lantai 12 : Ruang baca pemustaka

Lantai 13 : Layanan reposetori terbitan karya Indonesia

Lantai 14 : Layanan koleksi buku langka

Lantai 15 : Layanan referens

Lantai 16 : Layanan koleksi foto, peta dan lukisan

Lantai 17-18 : Kantor akademi ilmu pengetahuan Indonesia

Lantai 19 : Layanan multi media

Lantai 20 : Layanan koleksi berkala mutakhir dan ilmu perpustakaan

Lantai 21-22 : Layanan monograf terbuka

Lantai 23 : Layanan koleksi bangsa-bangsa di dunia dan majalah terjilid

Lantai 24 : Layanan koleksi budaya, eksekutif lounge dan ruang penerimaan tamu mancanegara

Lantai 25-27 : Basement

Dengan segala kenyamanan perpusnas yakin belum mau mampir ke sini? Secara pribadi saya suka ke perpusnas karena dapat mendapat banyak inspirasi ditambah tempatnya yang nyaman membuat saya makin betah berlama-lama disini.

Akses transportasi ke Perpusnas juga mudah jika kamu naik busway turun di halte Balaikota, karena lokasi Perpusnas samping Kantor Balaikota. Jika kamu naik kereta saya kasih saran turun di Stasiun Gondangdia lanjut naik ojek.

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *