Review,  Story Travelling

PESONA SITU GUNUNG YANG MEMIKAT

Alam selalu menyimpan banyak keindahan dan keasriannya yang selalu saya rindukan, ditengah hiruk pikuk bisingnya ibukota. Saya selalu merasa rindu dan ingin kembali menikmati keindahannya, kali ini saya memilih Sukabumi untuk singgah dan menikmati alamnya yang masih asri. Mengapa saya memilih Sukabumi? Bukan rahasia lagi di Sukabumi banyak wisata alam yang sedang hitz dan memang asli keindahannya.

Niat menikmati keindahannya yang sudah tidak terbendung lagi, akhirnya hari Jumat tanggal 05 Juli 2019 sehabis pulang kerja saya langsung bertolak ke Stasiun Manggarai menuju Stasiun Bogor. Saya sampai terlebih dahulu dibandingkan teman-teman lainnya, sambil menunggu yang lainnya saya shalat isya terlebih dahulu di musala Stasiun Bogor. Benar saja setelah saya selesai shalat isya 2 orang teman saya sampai. Masih menunggu teman lainnya saya bertiga kelaparan karena buru-buru belum sempat makan, akhirnya kami bertiga makan malam terlebih dahulu sambil menunggu yang lain.

Pukul 20.00 masih belum bertambah personil kami, oke kami bertiga memutuskan untuk mengeprint tiket kereta api terlebih dahulu di Stasiun Bogor Paledang. Posisinya ada dibelakang KFC, sebrang Stasiun Bogor. For your information, untuk harga tiket kereta api yang kami order harganya Rp 35.000.

Kami bertiga sudah merasa resah karena teman-teman yang lain belum hadir sedangkan petugas sudah menginfokan bahwa keberangkatan tinggal 8 menit lagi, kami sempat berpikir apakah kami diprank oleh teman-teman ya? Dan kami juga berpikir kalau sampai yang lainnya belum datang juga kami bagaimana nasibnya? Apakah tetap naik kereta meninggalkan teman lainnya atau bagaimana? Sedangkan sesampainya di Stasiun Cisaat kami bertiga tidak tahu lagi aksesnya naik apa? Maklum kami bertiga cewek semua jadi pikirannya sudah kemana-mana.

Tepat 2 menit sebelum keberangkatan mereka pun hadir, ya Allah saya seperti benar-benar kena prank karena kehadiran mereka yang last minute. Setelah masuk ke dalam kereta dan duduk di tempat masing-masing saya dikabari ternyata masih ada satu orang yang tertinggal karena kereta Bogor yang ia tumpangi masih ditahan. Ya ampun baiklah dengan segenap drama yang terjadi dengan berat hati tertinggallah teman saya yang satu ini. Padahal teman saya ini yang order tiket kami semua, sungguh tertawa terpingkal-pingkal kami diatas penderitaannya.

Kereta Berangkat Pukul 20.35 dan tiba di Stasiun Cisaat Pukul 22.38. Dengan segenap inisiatif teman saya yang tertinggal menyusul menggunakan elf ke Perempatan Cisaat. Sambil menunggu teman kami yang sedang menyusul, kami memutuskan untuk makan malam lagi di Perempatan Cisaat yang jaraknya kira-kira 500m dari Stasiun Cisaat. Pukul 00.00 teman kami sampai dan akhirnya personil lengkap, perjalanan dilanjutkan menggunakan angkot untuk sampai ke Kawasan Situ Gunung dengan membayar Rp 150.000.

Kira-kira 00.45 kami sampai dan langsung registrasi untuk camping, tidak jauh dari tempat registrasi kami mendirikan tenda, bersih-bersih dan tidur. Pagi harinya kami sudah tidak sabar mengeksplor Kawasan Situ Gunung, dari tempat kami mendirikan tenda sampai ke Danau Situ Gunung kira-kira jaraknya 1- 1.5 km dengan track yang sudah mulus dengan aspal jadi tidak ada kesulitan untuk mencapai Danau Situ Gunung. Hanya saja jalannya menurun tajam sehingga ketika kembali tanjakannya berasa, apalagi seperti saya yang jarang olahraga. Oleh karena itu, disini banyak tukang ojek yang siap antar kalian ke Situ Gunung dengan ongkos rata-rata Rp 10.000 s/d Rp 15.000. Kalau saya cukup jalan kaki saja karena masih muda kuatlah yaaa. Insha Allah.

Danau Situ Gunung

Teriknya matahari pagi di Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung (2)
Danau Situ Gunung (3)

Sepanjang perjalanan kami ke Danau Situ Gunung, ada beberapa permainan outbound yang tersedia disini seperti flying fox, two line bridge, Burma bridge dan lain sebagainya. Sesampainya di Danau Situ Gunung tidak perlu membayar lagi karena tiket berkemah sudah temasuk tiket ke Danau ini. Wowww setelah melihat sendiri benar-benar jauh dari ekspektasi saya, saya melihat beberapa foto teman saya yang sudah pernah ke Danau Situ Gunung terlihat biasa saja seperti danau biasa. Aslinya cantik sekali sulit diungkapkan dengan kata-kata. Uhuuuyyy. Tenang dan damai yang saya rasakan, keasrian dan keindahannya membuat saya terpanah dan terdiam sesaat karena pesonanya.

Untuk keindahan alam seperti ini perlu diabadikan, tidak lama-lama disini karena penasaran kami pun menyusuri danau ini hingga ke ujung danau. Dilihat dari angle manapun indah ya tetap indah.

Curug Sawer

Setelah menyusuri Danau yang indah, ternyata di Kawasan Situ Gunung terdapat Curug Sawer. Tanpa berlama-lama kami pun langsung bergegas menuju Curug Sawer. Untuk melihat keindahan pasti ada pengorbanan yang harus dilakukan, benar saja kami pun tracking meyusuri hutan tanpa melewati Suspension Bridge jadi jarak yang ditempuh lebih jauh dan lumayan jalurnya.

No Problem, mumpung masih muda kan. Gassskeun

Alhamdulillah tidak ada tambahan biaya untuk menikmati keindahan curug sawer, hanya perlu tracking, jangan sedih disini juga banyak jajanan yang dijual. Jadi kamu enggak perlu khawatir bakal kehausan atau kelaparan.

Suspension Bridge

Suspension Bridge

Keesokan harinya saya masih penasaran dengan Suspension Bridge yang merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Suspension Bridge baru diresmikan tanggal 9 Maret 2019, dengan panjang 243 meter. Karena masih baru, memacu saya untuk melihat langsung ternyata Sukabumi punya Jembatan Gantung terpanjang di Indonesia, kereeen loh. Untuk masuk ke dalam Suspension Bridge biayanya Rp 50.000, akan mendapatkan gelang yang sudah ada barcodenya, sudah termasuk welcome drink, bisa akses ke Curug Sawer juga. Jaraknya jadi lebih dekat dan jalurnya sudah banyak anak tangga untuk menuju Curug Sawer dari jalur Suspension Bridge.

Welcome Drink

Untuk dapat melewati Suspension Bridge hanya boleh 80 orang kuota yang berada di Suspension Bridge, ada layar yang terpasang menunjukkan angka orang yang sudah memasuki Suspension Bridge. Demi keselamatan juga kami dipasangkan harness pengaman, pokonya aman deh.

Untuk berjalan melewati Suspension Bridge tidaklah membutuhkan waktu yang lama, 5 menit juga sudah selesai. Namun karena musim liburan jadi ramai dan untuk mendapatkan foto yang bagus agak sulit karena terlalu ramai.

Pesona Situ Gunung yang memikat menjadi primadona bagi wisata Sukabumi, panoramanya membuat saya rindu ingin kembali, ketika melihat galeri foto tentang keindahan Situ Gunung yang letaknya di kaki gunung Pangrango ini.

18 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *