Story Travelling

Tafakur Alam ke Waduk Jatiluhur


Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita terhadap Allah Swt, yaitu dengan tafakur alam. Hal ini merupakan salah satu bentuk renungan kita terhadap ciptaanNya. Dengan begitu, kita sadar akan kebesaranNya dan betapa hebatNya kekuasaan Allah Swt yang menciptakan bumi dan segala isinya.

Kali ini saya tafakur alam dengan teman-teman serta guru pengajian tempat saya menimba ilmu agama, tujuannya ke Waduk Jatiluhur. Waduk Jatiluhur ini dibuat oleh tangan manusia, tapi dengan kehendak Allah Swt Waduk Jatiluhur ini selesai setelah pengerjaan selama 10 tahun. Yakni dari mulai tahun 1957, dan diresmikan oleh Presiden kedua yaitu Bapak Soeharto pada 26 Agustus 1967.

Read more

Tafakur ini adalah untuk melihat betapa indah dan kayanya alam semesta yang telah Allah swt beri untuk kita. Alhamdulillah kesempatan kali ini saya dan teman-teman diberikan nikmat iman dan sehat untuk bisa merasakan nikmat alam yang begitu istimewa ini.

Melihat megahnya Waduk Jatiluhur ini membuat saya takjub akan proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama dan pengorbanan biaya serta tenaga. Berdasarkan sejarahnya Waduk Jatiluhur ini menelan 5002 penduduk dan menenggelamkan 14 desa dibawahnya. Waduk Jatiluhur merupakan bendungan terbesar di Indonesia yang tujuan awal pemangunannya untuk penyediaan air irigasi dan pembangkit listrik.

Waduk Jatiluhur telah dikembangkan menjadi objek wisata. Didalam kawasan ini juga terdapat villa, waterboom dan budidaya ikan keramba. Jika sudah lelah keliling kawasan ini perut pasti keroncongan, nah di sini ada ikan bakar yang langsung diambil dari keramba nelayan setempat jadi masih fresh, makan nasi panas dan sambel terasinya. Alhamdulillah nikmat mana lagi yang kau dustakan, hehehe.

Untuk mengelilingi bendungan ini saya dan teman-teman naik bus safari untuk berkeliling dengan membayar Rp 10.000/org kita dapat keliling melewati tempat bersejarah mengenai waduk ini seperti bangunan bersejarah, villa mode kuno, binatang-binatang seperti rusa dan monyet kerap terlihat dan yang paling saya takjub adalah saya melihat baling-baling besar yang ternyata itu adalah kipas pembangkit air yang digunakan pertama kali pada bendungan ini yang baru saja diganti ukurannya besar sekali.

Jangan lupa naik perahu ya kalau kesini, karena kita bisa merasakan begitu luasnya bendungan ini sambil mengucapkan subhanallah. Walaupun ini kali kedua saya kesini tidak mengurangi rasa kagum saya pada bendungan yang begitu bersejarah ini, tempat ini begitu banyak cerita dan kesan untuk saya pribadi karena tujuannya tafakur alam. Pada saat naik perahu terlihat sekali Waduk Jatiluhur dikelilingi gunung yang tinggi menjulang dan terlihat banyak budidaya ikan keramba milik nelayan setempat. Harga naik perahu Rp 20.000/org, perjalanan kurang lebih 45 menit untuk mengelilingi Waduk Jatiluhur dengan perahu.

Setelah melihat dan merasakan sendiri nikmat Allah ini menambah keyakinan saya akan kebesaran dan kekuasaan Allah swt. Semoga bisa menjadi inspirasi teman-teman juga ya bahwa segala ciptaannya dibuat atas maksud tertentu dan dapat membuat kita semakin taat padanya.

Amin ya robbal alamin.

8 Comments

Leave a Reply to estalinafebiola Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *